Mula-mula Islam Datang Dalam Keadaan Asing Dan Akan Kembali Dalam Keadaan Asing Pula Maka Beruntunglah Orang-Orang Asing Itu"

Selasa, 22 Januari 2013

Yang Berhak Dan Yang Pantas Ditunggu-Tunggu


Menunggu adalah pekerjaan yg sangat membosankan.... Terlebih lagi menunggu sesuatu yg tidak menarik....
Akan tetapi lain halnya jika menunggu sesuatu yg dicintai.... sesuatu yg dirindukan.... maka penungguan tersebut terasa ringan untuk dilakukan....
Tanyalah pada hati anda... Apakah anda sabar dalam menunggu tibanya waktu-waktu sholat? Apakah selalu terbetik dalam hati anda untuk memperhatikan jadwal waktu sholat? Ataukah sama sekali anda cuek dengan jadwal waktu sholat? Ataukah merasa berat dan malas tatkala mengetahui sebentar lagi tiba waktu sholat?

Tiga Perkara Yang Dhohirnya Bertentangan Dengan Hakekatnya


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ
((Tidaklah sedekah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali keperkasaan, dan tidaklah seseorang merendah karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya)) (HR Muslim no 2588)
Dzohirnya sedekah itu mengurangi harta, memaafkan itu menunjukan kalah atau lemahnya seseorang, dan merendahkan diri itu menunjukan rendahnya seseorang…, akan tetapi jika dikerjakan karena Allah dan penuh keimanan maka akan mendatangkan sebaliknya. Justru sedekah menambah harta seseorang, memaafkan menambah harga dirinya, dan tawadhu' akan menambah derajatnya…

Beramal Sholehlah Untuk Dirimu

Seorang penyair berkata :
ولدتك أمك يا ابن آدم باكيا...والناس حولك يضحكون سرورا
فاعمل لنفسك أن تكون إذا بكوا....في يوم موتك ضاحكا مسرورا
Wahai anak Adam, ibu melahirkanmu dalam kondisi engkau menangis ....
sementara orang-orang disekelilingmu tersenyum kerena gembira...
Beramal sholehlah untuk dirimu agar tatkala mereka menangis di hari kematianmu, engkau meninggal dalam keadaan tersenyum dan gembira....
((Yaa Allah anugrahkanlah kepada kami husnul khootimah))

Melatih Diri Untuk Selalu Berniat Baik


Niat baik sangat berperan dalam mengantarkan engkau kepada kebenaran (al-Haq), mendatangkan amal kebaikan, dan sebab datangnya ampunan Allah. Allah berfirman
وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لأسْمَعَهُمْ
Kalau Sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka (pada orang-orang kafir), tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar (untuk tunduk kep
ada ayat-ayat Allah-pen). (QS Al-Anfaal : 23)
Maka timbulkanlah niat baik dalam hatimu maka niscaya Allah akan menimbulkan kebaikan pada amalanmu
Allah juga berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الأسْرَى إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai Nabi, Katakanlah kepada tawanan-tawanan (dari kalangan orang kafir-pen) yang ada di tanganmu: "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Anfaal : 70)
Meskipun orang lain tidak ada yang melihat isi hatimu, yakinlah bahwa Allah melihat dan menilai isi hatimu, serta menyikapimu berdasarkan isi hatimu….

Antara Mengobati Hati dan Mengobati Jasad

Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rahimahullah berkata : Jika engkau melihat orang-orang berdesak-desakan di pintu rumah sakit sementara mereka lalai dan meninggalkan pintu-pintu masjid, maka ketahuilah bahwa kondisi yang terjadi tidaklah baik. Karena menurut akal dan agama hendaknya seseorang lebih bersemangat untuk mengobati penyakit hatinya yang berkaitan dengan agamanya dari pada mengobati penyakit tubuhnya.